Rabu, 17 Agustus 2011

PERUBAHAN MAKNA


Makalah Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Linguistik Umum
Pengampu :
Dr. Sarwiji Suwandi M.pd


Disusun Oleh :
YANURI NATALIA S.
K1209075




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2009




A. PENDAHULUAN
Di dalam kajian bahasa,semantic merupakan salah satu cabang yang cukup kompleks.Dikatakan demikian karena makna sebagai objek kajian disamping sifatnya yang abstrak juga menyangkut proses mental-psikologis dan tingkah laku.Di dalam pemakaian bahasa seiring dengan perkembangan bahasa banyak sekali perubahan dan perkembangannya.Hal ini sangat erat kaitannya dengan pola pikir manusia dan konsep-konsep yang tidak pernah berhenti,sehingga hal ini mengakibatkan sejumlah permasalahan yang muncul. Perubahan bahasa lazim diartikan sebagai adanya perubahan kaidah, baik itu kaidahnya direvisi, kaidahnya menghilang, atau munculnya kaidah baru; dan semuanya itu dapat terjadi pada semua tataran linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik maupun leksikon. Pada bahasa-bahasa yang sudah mempunyai sejarah panjang tentu perubahan-perubahan itu sudah terjadi berangsur dan bertahap.
.Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak dijumpai kesalahan-kesalahan dalam pemakaian bahasa dan hubungannya dengan makna yang diucapkan tersebut.dalam artian pemakaian bahasa masih kurang sesuai sehingga dapat mempengaruhi arti yang sesungguhnya.Sering kali kita mengabaikan hal semacam ini,dalam anggapan seseorang ,bahasa adalah hal yang wajar dan sudah kodrat,sehingga seseorang malas mempelajarinya dan masih kurang dalam mengetahui perubahan serta pemakaian bahasa yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari.Oleh karena itu perlu adanya pembahasan secara mendalam mengenai hal ini, khususnya dalam hal perubahan makna dan jenis-jenisnya.

B. PERMASALAHAN
A Apa yang menyebabkan terjadinya perubahan makna ?
B.Apa saja bentuk-bentuk dari perubahan makna ?

C. PEMBAHASAN

C. 1. Penyebab Terjadinya Perubahan Makna
Dalam pertumbuhan bahasa, makna suatu kata dapat pula mengalami perubahan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan makana sebuah kata.Di antaranya adalah :

1. Perkembangan Dalam Ilmu dan Teknologi
Perkembangan dalam bidang Ilmu dan kemajuan dalam bidang teknologi dapat menyebabkan terjadinya perubahan makna sebuah kata.Di sini sebuah kata yang tadinya mengandung konsep makna mengenai sesuatu yang sederhana, tetap digunakan walaupun konsep makna yang dikandung telah berubah sebagai akibat dari pandangan baru, atau teori baru dalam satu bidang ilmu atau sebagai akibat dalam perkembangan teknologi.
2. Perkembangan Sosial dan Budaya
Perkembangan dalam sosial kemasyarakatan dapat menyebebkan terjadinya perubahan makna. Sebuah kata yang mulanya bermakna ‘A’, lalu berubah menjadi bermakna ‘B’ atau ‘C’. Jadi, bentuk katanya tetap sama tetapi konsep makna yang dikandung sudah berubah.Misalnya kata saudara dalam bahasa sansekerta bermakna ‘seperut’ atau ‘satu kandungan’. Kini kata saudara,walaupun masih juga digunakan dalam arti ‘orang yang lahir dari kandungan yand sama’, tetapidigunakan juga untuk menyebut siapa saja yang dianggap sederajat atau berstatus sosuial yang sama.
3. Perbedaan bidang Pemakaian
Kata-kata yang menjadi kosa kata dalam bidang-bidang tertentu itu dalam kehidupan dan permakaian sehari-hari dapat terban tun dari bidangnya dan digunakan dalam bidang lain atau menjdi kosa kata umum. Oleh karena itu kata-kata tersebut menjadi memiliki makna baru atau makna lain disamping makana aslinya. Makna kata yang digunakan bukan dalam bidangnya itu dan makna kata yang digunskan di dalam bidang aslinya masih berada dalam poliseminya karena makn-makan tersebut masih saling berkaitan atau masih ada persamaan antara makna yang satu dengan makna yang lainnya.
4. Adanya Asosiasi
Kata-kata yang digunakan diluar bidangnya, seperti dibicarakan diatas masih ada hubungan atau pertautan maknanya dengan makna yang digunakan pada bidang asalnya. Umpamanya kata mencatut yang berasal dari bidang atau lingkungan perbengkelan mempunyai makana bekerja dengan menggunakan catut. Dengan menggunakan catut ini maka pekerjaan yang dilakukan, misalnya, mencabut paku,menjadi dapat dilakukan dengan mudah. Oleh karena itu, kalau digunakan dalam frase seperti mencatut karcis akan memiliki makna ‘memperoleh keuntungan dengan mudah melaui jual beli karcis.
5. Pertukaran Tanggapan Indera
Alat indera kita yang lima ini sebenarnya sudah mempunyai trugas-tugas tertentu untuk menangkap gejala-gejala yang terjadi di dunia ini. Umpamanya ras pahit , getir, dan manis harus ditangkap oleh alat perasa lidah. Rasa panas , dingan, dan sejuk harus ditangkapo oleh alat perasa pada kulit. Namun, di dalam penggunaan bahasa banyak terjadi kasus penukaran tanggapan antar indera yang satu dengan indera lain. Rasa pedas, misalnya, yang seharusnya ditangkap dengan alat indera perasa lidah, tertukar menjadi ditangkap oleh alat indera pendengaran seperti tampak dalam ujaran kata-katanya cukup pedas. Atau kasar yang harusnya ditangkap dengan alat indera perasa pada kulit, ditangkap oleh alat indera penglihatan mata., seperti dalam kalimat Tingkah lakunya kasar. Dalam pemakaian bahasa Indonesia secara umumbanyak sekali terjadi gejala sinestisi ini.bagaimana dengan frase birutua dan merahmuda , yang menggabungkan warna (merah dan biru) dengan usia (tua dan muda).Di sini bukan merupakan gejala sinestesia karena tidak terjadi pertukaran tanggapan indera.
6. Perbedaan Tangapan
Setiap unsur leksikal atau kata sebenarnya secara sinkronis telah mempunyai makana leksikal yang tetap. Namun karena pandangan hidup dan ukuran dalam norma dalam masyarakat, maka banyak kata yang menjadi memiliki nilai rasa yang “rendah” , kurang menyenangkan. Di samping itu ada juga yang menjadi memiliki nilai rasa “tinggi” , aatu menyenangkan.
7. Adanya Penyingkatan
Sejumlah kata dan ungkapan yang karena sering digunakan, maka kemudian tanpa diucapkan atau dituliskan secara keseluruhan orang sudah mengerti maksudnya. Oleh karena itu, maka kemudian orang lebih banyak menggunakan singkatannya saja daripada bentuk utuhnya. Misalnya kalau dikatakan Ayah meninggal tentu maksudnya adalah meninggal dunia. Jadi meninggal adalah bentuk singkat dari ungkapan meninggal dunia.
8. Proses Gramatikal
Proses gramatikal seperti afiksi, eduplikasi, dan komposisi akan menyebabkan terjadinya perubahan makna
9. Pengembangan Istilah
Salah satu upaya dalam pengembangan atau pembentukan istilah baru adalah dengan memanfaatkan kosakata bahasa Indonesia yang ada dengan jalan memberi makna baru, entah dengan menyempitkan makna kata tersebut, meluaskan , maupun memberi arti baru sama sekali.

 Menurut Millet perubahan makna terjadi disebabkan oleh 3 sebab, yaitu :
1. Sebab Linguistik
Kebiasaan memunculkan dua makna baru bersama-sama dapat menyebabkan terjadinya perubahan dan pergeseran makna. Makna dari sebuah kata dialihkan begitu saja ke dalam makna kat sering muncul bersama. Kebiasan kolokasi merambatkan makna kata yang satu ke dalam makna kata lain. Misalnya meninggal dunia sekarang cukup dengan mengucapkan meninggal orang sudah tahu artinya.
2. Sebab Historis
Bahasa pada umumnya lebih konservatif daripada peradaban dan teknologi, politik. Benda, lembaga, pikiran, konsep-konsep ilmu pengetahuan berkembang terus sesuai dengan zamannya. Semua perkembangan itu memerlukan bahasa sebagai sarana komunikasi dan perekam kemajuan kebudayaan.
3. Sebab Sosial
Masyarakat pemakai bahasa mempengaruhi perubahan makna. Berdasarkan pengalaman, pemakai bahasa Indonesia mempengaruhi makna kata untuk menggambarkan pengalaman mereka sedekat dan senyata mungkin. Dua gejal a yangpenting yaitu generalisasi dan spesifikasi.

C. 2. Jenis Perubahan Makna

Perubahan makna dapat dilihat dari bermacam-macam sudut. Di antara bermacam-macam perubahan makna yang penting adalah :
a. Meluas
Yang dimaksud dengan perubahan makana meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna , tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. Cakupan makna sekarang lebih luas daripada arti yang lama. Berlayar dulu dipakai dengan pengertian ‘bergerak di air dengan menggunakan layar’, sekarang ‘semua tindakan mengarungi lautan atau perairan dengan alat apa saja’ disebut berlayar. Dahulu kata bapak , ibu ,saudara hanya dipakai dalam hubungan biologis, sekarang semua orang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya disebut bapak ,ibu sedangkan yang dianggap sama derajatnya disebut saudara. Kata mencetak pada mulanya berarti ‘membuat’ atau ‘menghasilkan’ kemudian meluas menjadi berarti ‘membuat,memperoleh,mencari, atau mengumpulkan’.

b. Menyempit
Yang dimaksud dengan perubahan menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja. Cakupan arti dulu lebih luas daripada arti sekarang . Kata sarjana dulu dipakai untuk menyebut semua cendekiawan. Sekarang dipakai untuk gelar universiter. Pendeta dulu berarti ‘orang yang berilmu’, sekarang dipakai untuk menyebut guru agama Kristen atau domine.

c. Ameliorasi
Ameliorasi adalah suatu pruses perubahan arti, dimana arti baru dirasakan lebih tinggi atau lebih buruk nilainya dari arti yang lama, wanita dirasakan lebih tinggi atau lebih baik daripada kata perempuan, istri atau nyonya dirasakan lebih tinggi atau lebih baik daripada kata bini.

d. Peyorasi
Peyorasi adalah kebalikan dari ameliorasi, peyorasi adalah suatu proses perubahan makna dimana arti baru dirasakan lebih rendah nilainya dari arti lama. Kata bini dianggap baik pada zaman lampau , sekarang dirasakan kasar, perempuan dulu dipakai dengan konotasi yang baik, sekarang dirasakan kurang baik. Kata kaki tangan dulu berarti pembantu sekarang dipakai dengan arti yang kurang baik. Kata bau dulu adalah kata umum untuk menyebut segala sesuatu yang dapat dicerap dengan indera penciuman , sekaran kata itu mengandung konotasi yang negatif yang berarti bau busuk.

e. Sinestesia
Sinestesia adalah perubahan makna akibat pertukarean tanggapan antara dua indera berlainan. Kata-katanya pedas, kata pedas sebenarnya tanggapan indera perasa. Suaranya sedap didengar , kata sedap sebenarnya tanggapn indera perasa. Pidatonya hambar, kata hambar juga sebenarnya merupakan kata yang dipakai untuk indera perasa.



f. Asosiasi
Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat antara dua hal. Kata catut mula-mula berarti ‘alat untuk menarik atau mencasbut paku dan sebagainya , semacam tang, berdasarkan sifat ini maka kata itu sekarang diberi arti ‘memperdagangkan sesuatu dengan cara yang tidak wajar , menjual barang dengan harga tinggi’.

g. Metonimia
Perubahan makna yang terjadi karena hubungan yang erat antara dua kata sehingga makna salah satu katanya dipakai untuk kata yang lain, ohm, ampere, volt, fridgider nama-nama penemu untuk hasil temuannya, kepala,jiwa umtuk manusia.

h. Perubahan Makna Total
Perubahan makna yang terjadi yaitu makna yang dimiliki sekarang sudah jauh berbeda dengan makna aslinya. Umpamanya, kata ceramah dulu bermakna ‘cerewet, banyak cakap’, sekarang bermakna ‘uraian mengenai suatu hal di muka orang banyak’. Kata seni pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni, tetapi sekarang digunakan sepadan dengan kata Belanda kunst atau kata Inggris art, yaitu karya cipta yang bernilai halus , seperti pada seni lukis, seni pahat, dan seni musik. Contoh lain, kata pena pada mulanya berarti ‘bulu angsa’, tetapi kini hanya bermakna ‘alat tulis bertinta’.

D. KESIMPULAN DAN SARAN
Makna sebagai unsur bahasa merupakan salah satu unsur yang memiliki potensi untuk berubah,karena makna berkaitan dengan konsep-konsep dan pikiran manusia yang tidak pernah berhenti. Perubahan makna terjadi dipengaruhi oleh beberapa sebab serta terdapat berbagai jenis perubahan makna diantaranya yaitu,meluas menyempit,perubahan total,membaik, memburuk.




Memperhatikan bentuk-bentuk perubahan makna kosa kata serapan di atas, diperlukan sebuah penelitian mendalam tentang bentuk-bentuk perubahan dan kosa kata serapan apa saja yang mengalami perubahan dimaksud. Diakui bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, semua bentuk kritik konstruktif dari para pembaca sangat diharapkan, demi kesempurnaan makalah ini dikemudian hari.



E. DAFTAR PUSTAKA

1. http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/bahasa-indonesia/perubahan-makna
,jaPosted June 6th, 2008 by mieea (Senin, 26 Oktober pukul 10.45)
http://jaguarspsuinjkt.blogspot.com/2008/12/perubahan-makna.html (Senin, 26 Oktober pukul 10.45)

2. Parera,J.D, Teori Semantik(edisi kedua), Jakarta: Erlangga,2004.
3. Chaer,Abdul, Linguistik Umum, Jakarta: Rineka Cipta,2003.
4. Chaer,Abdul, Pengantar Semantik Bahasa Indonesia, Jakarta:Rineka Cipta,1995.
5. Keraf,Gorys, Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah, Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 1991.
6. Oka,I.G.N, Linguistik Umum, Jakarta:Usaha nasional, 1994.













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar